Siak (BM) – Program Tanggung Jawab Sosial melalui Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Tahun Anggaran 2025 PT Bumi Siak Pusako (BSP) menyasar Kampung Perincit, Kecamatan Pusako, Kabupaten Siak, melalui program Tanaman Obat Keluarga (TOGA).
Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (29/1/2026) tersebut dihadiri Penghulu Kampung Perincit Eli Zamri, perwakilan Tim Community Development (CD) PT BSP, serta ibu-ibu PKK Kampung Perincit sebagai kelompok penerima manfaat.
Penghulu Kampung Perincit Eli Zamri mengatakan, bantuan program TOGA ini sangat bermanfaat bagi masyarakat setempat. Selain menambah aktivitas positif bagi ibu-ibu PKK, program ini juga memberikan pengetahuan dan pengalaman baru tentang berbagai jenis tanaman obat yang berguna bagi kesehatan keluarga.
“Program TOGA ini sangat membantu masyarakat. Ibu-ibu PKK jadi lebih aktif dan mengenal jenis tanaman obat yang bisa dimanfaatkan langsung untuk kebutuhan keluarga,” ujar Eli.
Eli juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT Bumi Siak Pusako atas pelaksanaan program PPM tersebut. Menurutnya, program ini diharapkan dapat terus berkelanjutan dan menyasar kampung-kampung lain di wilayah Kabupaten Siak.
Sementara itu, TM CD PT BSP, Tengku Muchlis, ST., MT., menjelaskan bahwa tanaman TOGA merupakan tanaman hasil budidaya rumahan yang dapat ditanam di pekarangan rumah, kebun, maupun ladang, serta memiliki khasiat sebagai obat tradisional yang aman dan terjangkau. TOGA juga dikenal sebagai “apotek hidup”.
Menurut Muchlis, program TOGA bertujuan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan keluarga secara mandiri, tanpa efek samping, murah, dan ramah lingkungan. Selain itu, TOGA juga dapat meningkatkan estetika lingkungan serta berpotensi menambah taraf ekonomi masyarakat atau kelompok desa setempat.
“TOGA dapat dimanfaatkan sebagai obat alami untuk pertolongan pertama penyakit ringan seperti demam, flu, dan batuk. Beberapa jenis tanaman juga berfungsi sebagai bumbu dapur, seperti jahe, kunyit, sereh, dan kencur, sekaligus mengedukasi masyarakat agar lebih mandiri dalam menjaga kesehatan,” jelasnya.
Adapun jenis tanaman TOGA yang diperkenalkan dalam program ini antara lain jahe, kunyit, kencur, lengkuas, temulawak, sirih, sambiloto, daun salam, jambu biji, dan kumis kucing.
Lebih lanjut, Muchlis menegaskan bahwa program penanaman TOGA sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Siak dalam mendorong ekonomi kerakyatan yang langsung menyentuh lapisan masyarakat paling dasar, sekaligus melestarikan budaya kesehatan tradisional yang berkelanjutan.***
