Pekanbaru (BM) – PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Region 2 Pekanbaru menegaskan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) tetap dilakukan secara selektif dan mengacu pada analisa kredit yang ketat meski merupakan program subsidi pemerintah.
Hal tersebut disampaikan dalam acara Ramah Tamah dan Silaturahmi yang dihadiri oleh Regional Business Support Head BRI Region 2 Pekanbaru Eda Febriyanti dan Regional Micro Banking Head BRI Region 2 Pekanbaru yang diwakili oleh Micro Business Department Head Nugraha Ramadan pada Kamis (7/5/2026).
Dalam kesempatan tersebut disampaikan bahwa pengajuan KUR tidak serta-merta langsung disetujui meskipun merupakan program pemerintah. Hal ini lantaran, setiap pengajuan tetap melalui proses analisa kredit, termasuk pengecekan riwayat pinjaman, status tunggakan, hingga kemampuan calon debitur dalam membayar angsuran. Selain itu, usaha calon penerima KUR juga harus telah berjalan minimal enam bulan dan diverifikasi langsung oleh petugas lapangan
BRI juga mewajibkan pemutus melakukan kunjungan langsung ke lokasi usaha guna memastikan kelayakan calon nasabah. Selanjutnya, proses analisa dilakukan secara menyeluruh agar skema cicilan pinjaman tetap sesuai dengan kapasitas usaha nasabah, setelah mempertimbangkan kebutuhan hidup sehari-hari
Dari sisi kinerja, secara nasional, BRI mencatat penyaluran KUR pada 2025 mencapai sekitar Rp178 triliun kepada 3,8 juta debitur. Pada 2026, pemerintah kembali memberikan kuota penyaluran KUR kepada BRI sebesar Rp180 triliun. Penyaluran terbesar masih didominasi sektor pertanian sekitar 45 persen, disusul sektor perdagangan, industri, perikanan dan sektor lainnya.
Khusus wilayah kerja BRI Region 2 Pekanbaru yang mencakup Riau Daratan hingga Kepulauan Riau, BRI memiliki lebih dari 200 outlet pelayanan, terdiri dari 22 kantor cabang dan 170 BRI Unit. Selain itu, terdapat lebih dari 800 tenaga pemasar mikro atau mantri yang bertugas menjangkau pelaku UMKM hingga daerah terpencil.
Sepanjang 2025, penyaluran KUR di Riau tercatat mencapai Rp6,2 triliun kepada sekitar 90 ribu debitur. Sementara di Kepulauan Riau mencapai Rp755 miliar kepada 14 ribu debitur. Sedangkan hingga April 2026, penyaluran KUR di Riau sudah mencapai sekitar Rp2,3 triliun hingga Rp2,4 triliun kepada 33 ribu debitur, sedangkan di Kepulauan Riau mencapai Rp327 miliar.
Adapun, mayoritas penyaluran KUR di Riau masih didominasi sektor pertanian dan perkebunan sawit, sedangkan di Kepulauan Riau lebih banyak terserap sektor perdagangan.
Pada kesempatan terpisah, Regional CEO BRI Pekanbaru Dian Kesuma Wardhana mengatakan bahwa BRI terus mendukung penyaluran KUR di Wilayah Riau dan Kepulauan Riau sebagai upaya memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM. “Penyaluran KUR juga tetap dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian agar kredit yang diberikan tetap sehat dan tepat sasaran.***
