Bupati Siak Tanam “Pohon Jenderal Herry”, Titip Pesan untuk Kelestarian Alam

Bupati Siak, Afni Z, usai melakukan penanaman pohon lokasi eks Karhutla di di kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), Kamis (8/10/2026).

Siak (BM) – Pemerintah Kabupaten Siak menghijaukan kembali lahan gambut bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas sekitar 4,5 hektare di Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), Kabupaten Siak, Riau. Langkah ini dilakukan untuk memulihkan lingkungan sekaligus mencegah lahan bekas terbakar beralih fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit ilegal.

Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli, M.Si., bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan berbagai elemen masyarakat melakukan penanaman pohon di kawasan tersebut, Kamis (8/10/2026). Sejumlah jenis pohon ditanam, di antaranya pulai dan petai, sebagai bagian dari upaya mengembalikan fungsi ekologis lahan gambut yang terdampak kebakaran.

Kegiatan penghijauan itu dilaksanakan setelah peresmian PT Oriental Resources Indonesia di kawasan industri tersebut. Afni mengatakan, pemulihan lahan pascakarhutla perlu dilakukan secara nyata agar kawasan yang telah terbakar tidak kembali dimanfaatkan untuk aktivitas yang merusak lingkungan.

“Biasanya setelah karhutla, lahan yang sudah terbakar berubah menjadi kebun sawit. Karena ini kawasan BUMD, kami langsung melakukan penanaman bersama,” kata Afni.

Menurut dia, penanaman pohon bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah awal untuk memastikan lahan bekas terbakar kembali hijau dan terjaga. Kegiatan tersebut melibatkan TNI, Polri, dinas terkait, Pramuka, organisasi masyarakat, serta berbagai unsur lainnya.

Keterlibatan lintas sektor itu diharapkan memperkuat kepedulian bersama terhadap lingkungan, sekaligus mendorong upaya pencegahan karhutla agar kejadian serupa tidak terus berulang di Kabupaten Siak.

Di antara pohon yang ditanam, satu pohon mendapat perhatian khusus. Afni menamainya “Pohon Jenderal Herry” sebagai bentuk penghargaan kepada Komjen Pol. Herry Heryawan, yang sebelumnya menjabat Kapolda Riau dan kini dipercaya sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri.

Afni berharap pohon tersebut dirawat hingga tumbuh besar dan memberikan manfaat bagi lingkungan, bukan sekadar ditanam untuk memenuhi kegiatan seremonial.

“Saya beri nama pohon ini Jenderal Herry. Saya ingin pohon ini betul-betul dijaga dengan baik, bukan hanya asal tanam, tetapi benar-benar tumbuh. Akarnya kelak menjaga bumi Siak dan daunnya dapat menjadi peneduh,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemberian nama tersebut merupakan ungkapan terima kasih atas dukungan Herry Heryawan selama bertugas di Riau, terutama dalam penanganan karhutla, kepedulian terhadap konservasi gajah, dan berbagai isu lingkungan.

Afni menilai, semangat pelestarian lingkungan yang dibawa Herry melalui konsep Green Policing perlu terus dilanjutkan. Ia berharap nilai-nilai tersebut menjadi bagian dari gerakan bersama masyarakat dalam menjaga kelestarian alam di Negeri Istana.

Upaya penghijauan, lanjut Afni, akan diperluas ke sejumlah lokasi bekas karhutla lainnya. Kegiatan berikutnya dijadwalkan berlangsung di Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Sabtu (10/10/2026), dengan melibatkan lebih dari seribu peserta.

Kegiatan yang diinisiasi Komjen Pol. Herry Heryawan tersebut direncanakan dihadiri Pangdam, Pelaksana Tugas Gubernur Riau, serta unsur Forkopimda Provinsi Riau. Melalui gerakan berkelanjutan ini, Pemkab Siak berharap pemulihan lahan pascakarhutla tidak berhenti pada penanaman, tetapi berlanjut hingga pohon tumbuh dan lingkungan kembali terjaga. (Infotorial)

Exit mobile version