Efisiensi Energi untuk Senyum UMKM Pangkalan Kerinci
Dua oven besar berkapasitas tiga deck dan dua kompor bertekanan tinggi kini beroperasi tanpa henti di dapur Bread Top, Pangkalan Kerinci. Usaha bakery milik Chandra Yudi (32) ini melangkah lebih mantap setelah beralih menggunakan gas bumi dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN). Langkah ini terbukti berhasil memangkas biaya operasional hingga sekitar Rp1 juta per bulan atau hemat mendekati 50 persen dibanding masa lalu.
Sebelum beralih ke gas bumi, dapur Bread Top membutuhkan pasokan 1,5 hingga dua tabung LPG 12 kilogram per hari. Ruang produksi yang terbatas kerap dipenuhi minimal lima hingga enam tabung cadangan untuk menjaga stok. Kehadiran jaringan gas bumi PGN mengubah lanskap tempat usaha menjadi jauh lebih ringkas, aman, dan tertata rapi tanpa perlu area penyimpanan tabung gas ekstra.
Sistem meteran gas bumi PGN memberikan kepastian dan pemantauan penggunaan harian secara presisi di kisaran 20–25 meter kubik per hari. Chandra tidak perlu lagi khawatir soal pengawasan ekstra atau repot melakukan bongkar-pasang regulator dan penggantian tabung di tengah proses pemanggangan adonan roti.
Tekanan gas bumi PGN yang stabil menjadi kunci keandalan dapur pemanggangan. Nyala api yang konsisten memastikan panas oven tersebar merata, menjaga kualitas rasa dan tekstur produk bakery tetap prima. Proses produksi berjalan lancar tanpa gangguan fluktuasi tekanan bahan bakar.
Melalui semangat “Service Excellence, PGN Melayani Sepenuh Hati”, Area Head PGN Pekanbaru Charly Simanullang menegaskan komitmen PGN untuk terus hadir sebagai mitra tumbuh bagi UMKM. Pasokan energi yang andal dan praktis memberi ruang bagi para pelaku usaha lokal seperti Bread Top untuk fokus meningkatkan kapasitas produksi dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.(Azw)
