Lapangan GS CEOR - A Minas: Lapangan Minas (berproduksi sejak 1952) merupakan salah satu tonggak sejarah dan tulang punggung migas nasional penghasil Sumatra Light Crude. Dengan 1.243 sumur aktif dan produksi harian 29 ribu barel, lapangan mature ini kini memaksimalkan potensi cadangannya melalui teknologi CEOR untuk meningkatkan perolehan minyak hingga 16%.Foto: Azwar/bermutunews.com
Lapangan Minas di Kabupaten Siak, Provinsi Riau, telah menjadi saksi bisu sejarah kejayaan perminyakan Indonesia sejak era kolonial hingga kemerdekaan. Di usianya yang telah melampaui delapan dekade, tantangan penurunan produksi (decline rate) dijawab oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) melalui terobosan teknologi tinggi Chemical Enhanced Oil Recovery (EOR). Esai foto ini merekam perjalanan inovasi karya anak bangsa dalam memerah sisa cadangan minyak bumi demi menjaga ketahanan energi nasional.
Menyapu Sisa Minyak dengan Presisi Kimia
Paparkan Penerapan CEOR : Senior Engineer Reservoir PT PHR, Zulhendra, memaparkan penerapan teknologi pengangkatan tingkat lanjut (tertiary recovery) melalui Chemical Enhanced Oil Recovery (EOR) di Ruang CEOR Viewing Station Menara Pandang CEOR, Lapangan Minas, Kabupaten Siak, Riau, Selasa (20/10/2026). Foto: Azwar/bermutunews.com
Senior Engineer Reservoir PT PHR, Zulhendra, menjelaskan bahwa penerapan di Area A Lapangan Minas merupakan tahapan lanjutan dari uji coba sebelumnya. Rencana pengembangan (Plan of Development / POD) proyek ini telah memperoleh persetujuan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) pada 2023, dengan persiapan investasi pada 2024, dan eksekusi injeksi yang dimulai secara bertahap sejak Desember 2025.
Lapangan Minas Warisan Sejarah yang Menembus Zaman: Gathering station (GS-1) Minas PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), Selasa (20/10/2026). PHR melakukan upaya injeksi surfaktan dengan teknologi Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) di Lapangan Minas dengan menargetkan tambahan recovery factor atau tingkat perolehan minyak sebesar 12 hingga 16 persen guna mendukung ketahanan energi nasional.. Foto: Azwar/bermutunews.com
Merawat Warisan Energi di Lapangan Minas : Sejumlah pekerja subkontraktor PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) melakukan pemeliharaan fasilitas di kawasan lapangan Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) Area A Minas, Kabupaten Siak, Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini rutin dilakukan guna menjaga keandalan fasilitas dan keberlanjutan produksi energi di Lapangan Minas. Foto: Azwar/bermutunews.com
Ditemukan pada tahun 1943 dan diresmikan setahun berselang, Lapangan Minas tetap berdiri kokoh sebagai salah satu tulang punggung produksi migas nasional. Di balik deru infrastruktur sumur tua yang telah menopang energi Indonesia selama puluhan tahun, tantangan alamiah berupa penurunan tekanan reservoir menuntut inovasi modern. PHR hadir membawa harapan baru melalui penerapan teknologi tertiary recovery untuk mengangkat dan menyapu bersih sisa minyak sehingga dapat meningkatkan cadangan minyak yang selama ini terjebak di dalam pori-pori batuan dengan presisi kimia.
Dapur Inovasi dan Lahirnya Formula “PR24”
Sinergi Alkali, Surfaktan, dan Polimer di Dalam Perut Bumi : Junior Analist Lab PHR, Arief Maulana Affandi, saat melakukan pengujian phase behavior dengan memadukan tiga komponen utama, yakni alkali, surfaktan, dan polimer (ASP), di Ruangan Technology Support Laboratory PHR, Selasa (20/10/2026). Foto: Azwar/bermutunews.com
Sebelum diaplikasikan secara masif di Area A Lapangan Minas, teknologi ini melalui proses riset yang panjang dan penuh ketelitian di Technology Support Laboratory PHR. Sejak 2022 hingga pertengahan 2024, tim analis laboratorium melakukan lebih dari 200 kali percobaan dengan 70 variasi kombinasi. Kerja keras tersebut membuahkan hasil manis, terciptanya formula ASP (Alkali, Surfaktan, Polimer) ber kode PR24 yang kini telah didaftarkan hak patennya sebagai karya membanggakan anak bangsa.
Aktivitas Lab PHR : Spesialis Laboratorium PHR Ester Sylvi (kiri) bersama Junior Analyst Laboratorium PHR Arief Maulana Affandi (kanan) melakukan pengujian perpaduan tiga komponen utama, yaitu alkali, surfaktan, dan polimer (ASP), di Ruang Technology Support Laboratory PHR, Selasa (20/10/2026). Foto: Azwar/bermutunews.comPerlihatkan Sample HPLC : Lab Specialist PHR Ester Sylvi memperlihatkan sampel surfaktan menggunakan alat High-Performance Liquid Chromatography (HPLC) di Technology Support Laboratory PHR, Selasa (20/10/2026). HPLC menjadi metode andalan untuk menganalisis kadar campuran bahan aktif yang kompleks secara kualitatif dan kuantitatif. Foto: Azwar/bermutunews.comDigitalisasi Teknologi Laboratorium : Spesialis Laboratorium PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), Ester Sylvi, melakukan penelitian berbasis digitalisasi di Ruang Technology Support Laboratory PHR, Selasa (20/10/2026). Melalui fasilitas ini, PHR berhasil merumuskan formulasi tiga senyawa kimia utama Alkali, Surfaktan, dan Polimer (ASP), dengan komponen surfaktan utama merupakan hasil inovasi internal Perwira Pertamina. Foto: Azwar/bermutunews.comHasil Formulasi Lab PHR : Analis Laboratorium EOR, M. Hatta Nasution, memperlihatkan hasil formulasi yang digunakan memadukan tiga komponen utama, yakni alkali, surfaktan, dan polimer (ASP), di Ruangan Technology Support Laboratory PHR, Selasa (20/10/2026). Foto: Azwar/bermutunews.com
Rahasia di balik kehandalan formula PR24 terletak pada perpaduan tiga komponen utamanya. Surfaktan bekerja aktif menurunkan tegangan antarmuka agar minyak yang melekat erat pada batuan batupasir dapat bergerak lepas. Sementara itu, kandungan polimer menjaga viskositas fluida agar proses penyapuan (sweeping efficiency) di dalam reservoir berjalan sempurna, membuka jalan bagi tambahan recovery factor hingga 16 persen.
Jantung Pengendalian Berbasis Digital 24 Jam
Ketekunan di Ruang Kontrol DCS : Petugas DCS Control Room PHR berkoordinasi dalam memantau dan mengawasi secara ketat proses pemompaan serta laju injeksi fluida kimia ke dalam sumur di Lapangan Minas, Selasa(20/10/2026). Kegiatan ini dipantau dari ruang DCS Control Room PHR untuk memastikan proses injeksi berlangsung secara cermat, terukur, dan sesuai dengan pola yang telah ditetapkan. Foto: Azwar/bermutunews.comKoordinasi dan Kolaborasi : Petugas DCS Control Room PHR berkoordinasi dalam memantau dan mengawasi secara ketat proses pemompaan serta laju injeksi fluida kimia ke dalam sumur di Lapangan Minas, Selasa(20/10/2026). Kegiatan ini dipantau dari ruang DCS Control Room PHR untuk memastikan proses injeksi berlangsung secara cermat, terukur, dan sesuai dengan pola yang telah ditetapkan. Foto: Azwar/bermutunews.com
Di balik layar kesuksesan injeksi kimia, terdapat ruang kendali digital (Control Room) yang beroperasi tanpa henti selama 24 jam penuh. Senior Supervisor DCS Control Room PHR, Warih Kurniawan, bersama tim operator mengawal ketat seluruh parameter operasional. Dengan sistem otomatisasi berstandar tinggi, laju injeksi fluida kimia yang kini mencapai rata-rata 13.500 barel per hari dipantau secara real-time untuk memastikan akurasi dan efisiensi di lapangan.
Komitmen Keselamatan dan Kelestarian Lingkungan
Pengecekan Harian Rutin : Operator Routine Duties Checklist (ORDC) melaksanakan pengecekan rutin terhadap aktivitas pemompaan injeksi fluida kimia ke dalam sumur di Lapangan Minas, Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini dilakukan secara berkala untuk memantau kondisi operasional secara real-time di area CEOR A Minas. Foto: Azwar/bermutunews.comPastikan Kelancaran Injeksi Kimia di Lapangan Minas : Petugas Operator Routine Duties Checklist (ORDC) mengelilingi Lapangan GS CEOR A Minas untuk melaksanakan pengecekan rutin terhadap aktivitas pemompaan injeksi fluida kimia ke dalam sumur, Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini dilakukan secara berkala untuk memantau kondisi operasional secara real-time dan memastikan kinerja optimal di area CEOR A Minas. Foto: Azwar/bermutunews.com
Penerapan Chemical EOR di Lapangan Minas tidak hanya berorientasi pada pencapaian target produksi, tetapi juga menjunjung tinggi aspek keselamatan kerja dan kepatuhan lingkungan (HSE). Pengelolaan sumur yang terpadu yang meliputi sumur produksi, sumur injeksi, hingga sumur pembuangan (disposal well) dijalankan dengan pengawasan ketat. Keberhasilan di Area A ini sekaligus menjadi mercusuar dan model percontohan bagi pengembangan lapangan migas matang lainnya di Indonesia demi masa depan energi yang berkelanjutan. (Azw)