Riau  

‎Media Gathering PHR: 32 Wartawan Sumatera Perkuat Kapasitas di Era AI

Batam (BM) – Sebanyak 32 jurnalis dari empat provinsi di Sumatera mengikuti Media Gathering yang digelar PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 di Harris Hotel, Batam, Kepulauan Riau, Rabu (11/2/2026). Kegiatan ini difokuskan pada penguatan kapasitas wartawan, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) di industri media.

‎Peserta yang hadir berasal dari Riau, Jambi, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara, termasuk para pemenang Anugerah Jurnalistik Pertamina (AJP) 2025. Dalam kegiatan tersebut, para jurnalis mendapatkan pembekalan terkait transformasi media di era digital dan pemanfaatan data dalam kerja jurnalistik.

‎Pemimpin Redaksi Katadata.co.id, Aria Wiratama, menjadi narasumber utama dengan memaparkan perubahan lanskap media akibat kemajuan AI. Ia menjelaskan bahwa teknologi AI bisa digunakan untuk membantu dan mempercepat proses pengolahan dan penyajian data, namun tidak menggantikan peran utama jurnalis.

‎“AI sangat membantu kerja media dalam pengolahan data dan penyajian. Tapi peran utama tetap pada penulis. Ini hanya sarana yang mengoptimalkan kerja-kerja jurnalistik,” ujarnya.

‎Aria menekankan pentingnya verifikasi dan validitas data dalam setiap produk jurnalistik. Menurutnya, di tengah banjir informasi, wartawan dituntut mampu memastikan kebenaran dan akurasi data agar berita yang disajikan kontekstual dan memberikan pemahaman konkret dan utuh kepada publik.

‎Ia juga memberikan pelatihan praktis mengenai teknik pengolahan data yang dapat langsung diterapkan dalam proses produksi berita. “Data tak hanya mengungkap fakta, tapi juga membantu memberi solusi,” katanya.

‎Meski demikian, Aria mengingatkan agar wartawan tidak sepenuhnya bergantung pada teknologi. Ia menegaskan bahwa AI harus digunakan secara bijak dan tetap disertai pemahaman mendalam serta verifikasi menyeluruh terhadap informasi yang diperoleh.

‎“Jangan diserahkan semua kepada teknologi. AI sifatnya hanya membantu, kitalah yang mengendalikan. Pengetahuan apa yang kita cari, dan itu perlu peningkatan kapasitas wartawan,” tutupnya.(azw)

Exit mobile version