Siak (BM) – Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, mengunjungi korban kebakaran di Kampung Pinang Sebatang, Kecamatan Tualang, pada Senin (23/3/2026), di hari ketiga Idul Fitri.
Kunjungan tersebut dilakukan seusai rangkaian silaturahmi ke sejumlah pesantren.
Bupati Afni mendatangi lima kepala keluarga (KK) yang terdampak kebakaran yang terjadi pada Ahad (22/3/2026).
Peristiwa kebakaran itu menghanguskan rumah warga yang berada di kawasan tepi Sungai Siak, dekat pelabuhan ferry penyeberangan.
Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, dengan dugaan sementara berasal dari aktivitas pembakaran sampah.
Dalam kunjungannya, Bupati perempuan pertama di Siak itu didampingi suami, Camat Tualang, serta anggota DPRD Siak, Jufrizal, dan sejumlah pejabat terkait lainnya.
Afni menyampaikan rasa duka dan keprihatinannya kepada para korban. Dia berharap para korban diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi musibah tersebut.
“Semoga para korban diberi ketabahan, keikhlasan, dan kekuatan. Apalagi salah satu korban merupakan teman lama saya,” ujar Afni.
Mantan wartawan itu mengungkapkan, salah satu rumah yang terbakar milik rekannya bernama Resmiwati, yang dikenal sejak masa sekolah di pondok pesantren. Saat itu, ia kerap singgah di rumah tersebut ketika melintas di jalur penyeberangan Perawang.
Selain memberikan bantuan dari Dinas Sosial, Bupati Afni juga menginstruksikan Camat dan perangkat setempat untuk segera membantu kebutuhan para korban.
Bantuan tersebut meliputi penyediaan tempat tinggal sementara serta pengurusan administrasi kependudukan yang turut terdampak kebakaran.
Afni juga mengajak masyarakat sekitar untuk meningkatkan solidaritas dan kepedulian sosial terhadap warga yang sedang tertimpa musibah.
“Musibah bisa menimpa siapa saja. Kalau ada yang sedang kesusahan, jangan hanya ditonton, tapi mari kita bantu semampu kita,” imbaunya.
Afni turut mengingatkan masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi kebakaran, seperti korsleting listrik, pembakaran sampah, serta penggunaan kompor gas. Pemerintah daerah berharap kejadian serupa tidak terulang, terutama di kawasan permukiman padat yang rawan terjadi kebakaran.***
