Pekanbaru (BM) – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia berpotensi terjadi mulai 1 April 2026. Penyesuaian harga diperkirakan terutama terjadi pada BBM jenis non-subsidi seiring meningkatnya harga minyak mentah dunia dalam beberapa pekan terakhir.
Ekonom Universitas Airlangga, Wisnu Wibowo, menilai kemungkinan kenaikan tersebut merupakan dampak langsung dari dinamika pasar energi global. Ia memperkirakan penyesuaian harga BBM non-subsidi masih berada pada kisaran 5 hingga 10 persen.
“Kenaikan BBM non-subsidi saya prediksi masih di bawah 10 persen, sekitar 5 sampai 10 persen,” kata Wisnu.
Menurutnya, harga BBM non-subsidi di Indonesia mengacu pada indikator pasar internasional seperti Mean of Platts Singapore (MOPS) dan Argus yang menjadi rujukan harga produk minyak di kawasan Asia.
Tekanan kenaikan harga terutama dipicu lonjakan harga minyak mentah dunia. Saat ini harga minyak jenis Brent berada di kisaran US$114 hingga US$116 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) telah menembus angka di atas US$100 per barel.
Padahal, pada awal Maret 2026 harga Brent masih berada di kisaran US$80 hingga US$90 per barel. Dengan demikian, terjadi kenaikan sekitar 28 hingga 42 persen dalam waktu kurang dari satu bulan.
Lonjakan harga tersebut dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Iran, dan Israel. Situasi ini berdampak pada jalur distribusi minyak global, khususnya di Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur utama pengiriman minyak dunia.
Sekitar 20 persen pasokan minyak global melewati jalur tersebut, sehingga gangguan di kawasan itu dapat langsung memengaruhi harga minyak di pasar internasional.
Sejumlah negara di Asia Tenggara bahkan telah lebih dulu menyesuaikan harga BBM mereka. Di Thailand, harga BBM nasional naik sekitar 6 Baht atau setara Rp3.090 per liter, dengan harga BBM setara Pertalite kini berada di kisaran Rp20 ribu per liter.
Di Vietnam, harga solar juga melonjak tajam dari sekitar 19.270 dong menjadi 39.660 dong per liter sejak akhir Februari 2026.
Kenaikan harga serupa juga terjadi di Singapura dan beberapa negara lain di kawasan, seiring tren kenaikan harga minyak dunia.
Meski demikian, keputusan mengenai penyesuaian harga BBM di Indonesia tetap berada di tangan pemerintah. Hingga kini, pemerintah belum mengumumkan secara resmi apakah harga BBM akan mengalami kenaikan pada awal April 2026.***
