Pangkalan Kerinci (BM)— Penggunaan gas bumi dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) semakin dirasakan manfaatnya oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan. Salah satunya Bread Top milik Chandra Yudi (32), yang mengaku dapat memangkas biaya operasional hingga sekitar Rp1 juta per bulan setelah beralih menggunakan gas bumi PGN.
Chandra mengatakan, dirinya baru sekitar satu bulan menggunakan gas bumi PGN untuk mendukung kegiatan produksi bakery miliknya. Peralihan tersebut dilakukan karena penggunaan gas bumi dinilai lebih efisien, praktis, dan mampu mengurangi kebutuhan penyimpanan tabung gas di tempat usaha.
“Sebelumnya kalau menggunakan gas 12 kilogram, untuk stok minimal lima sampai enam tabung. Itu memakan tempat. Kalau menggunakan gas bumi, semuanya lebih ringkas,” kata Chandra, Rabu (7/10/2026).
Menurutnya, penggunaan LPG juga membutuhkan pengawasan lebih karena banyaknya tabung yang harus disimpan di lokasi usaha. Kondisi tersebut membuatnya harus memastikan ada orang yang dipercaya untuk mengawasi tabung gas, terutama ketika dirinya meninggalkan tempat usaha.
Dengan jaringan gas bumi PGN, kebutuhan tersebut menjadi lebih sederhana. Chandra menilai sistem meteran membuat penggunaan gas lebih mudah dipantau sehingga aktivitas produksi dapat berjalan tanpa harus berulang kali melakukan penggantian tabung.
Dari sisi biaya, efisiensi juga menjadi salah satu alasan utama Chandra memilih beralih ke gas bumi. Sebelum menggunakan gas bumi, usaha bakery tersebut rata-rata menghabiskan sekitar 1,5 hingga dua tabung LPG 12 kilogram per hari. Dengan harga sekitar Rp250 ribu per tabung, kebutuhan bahan bakar tersebut menjadi salah satu komponen biaya operasional yang cukup besar.
Sementara itu, setelah menggunakan gas bumi, kebutuhan energinya berada di kisaran 20 hingga 25 meter kubik per hari. Berdasarkan perhitungan yang diterimanya, tarif penggunaan sekitar Rp10 ribu per meter kubik. Dari perhitungan tersebut, Chandra memperkirakan pengeluaran untuk bahan bakar dapat ditekan sekitar 50 persen setiap bulan.
Selain efisiensi biaya, ia juga merasakan kemudahan dalam penggunaan. Menurut Chandra, proses pemasangan jaringan gas bumi dilakukan oleh tim lapangan sehingga dirinya hanya perlu memantau pekerjaan. Setelah terpasang, peralatan produksi dapat langsung digunakan tanpa harus melakukan penggantian atau pengaturan tabung secara berkala.
“Kalau pemakaian semuanya mudah. Oven tinggal hidup, gas tinggal hidup. Tidak perlu bongkar-pasang regulator atau ganti tabung lagi,” ujarnya.
Chandra menyebutkan, gas bumi tersebut digunakan untuk mendukung operasional dua oven besar tiga deck dan dua kompor bertekanan tinggi. Ia menilai tekanan gas yang stabil membantu proses produksi bakery tetap berjalan dengan baik.
Selama sekitar satu bulan menggunakan gas bumi PGN, Chandra mengaku belum menemukan kendala berarti. Ia berharap layanan gas bumi dapat terus berjalan aman dan lancar sehingga aktivitas produksi usahanya tidak terganggu.
“Harapannya tidak ada masalah. Semuanya aman dan lancar, gasnya juga lancar. Jadi kami tidak pusing,” katanya.
Menurut Chandra, kehadiran gas bumi PGN memberikan manfaat bagi pelaku UMKM karena tidak hanya menawarkan kemudahan penggunaan, tetapi juga lebih efisien dan efektif dalam membantu menekan biaya operasional usaha.
Sementara itu, Area Head PGN Pekanbaru Charly Simanullang mengatakan, melalui semangat “Service Excellence, PGN Melayani Sepenuh Hati”, PGN terus menempatkan pelanggan sebagai bagian penting dalam setiap proses pelayanan. Interaksi dengan pelanggan menjadi momentum untuk memahami kebutuhan, memberikan respons yang tepat, serta memastikan layanan berjalan secara optimal.
Bagi Bread Top, kata Charly, keandalan layanan energi merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung keberlangsungan kegiatan operasional. Energi yang tersedia secara andal membantu aktivitas usaha berjalan lebih lancar sehingga perhatian perusahaan dapat tetap diarahkan pada kualitas produk dan pelayanan kepada konsumen.
“Bagi kami, layanan gas bumi tidak berhenti pada bagaimana gas dapat mengalir kepada pelanggan, tetapi bagaimana energi tersebut mampu memberikan nilai nyata bagi kegiatan usaha pelanggan. Ketika penggunaan gas bumi dapat membantu UMKM seperti Bread Top mengurangi biaya operasional, meningkatkan efisiensi, dan membuat proses produksi lebih praktis, di situlah kami melihat makna dari layanan yang kami hadirkan,” ujar Charly.
Menurutnya, PGN ingin gas bumi menjadi bagian dari perjalanan pertumbuhan pelaku usaha di Pangkalan Kerinci. Dengan pasokan energi yang andal, praktis, dan sesuai kebutuhan, pelaku UMKM diharapkan dapat lebih fokus mengembangkan usaha, meningkatkan kapasitas produksi, dan memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.
“Kami ingin gas bumi PGN menjadi bagian dari perjalanan pertumbuhan pelaku usaha di Pangkalan Kerinci. Dengan pasokan energi yang andal, praktis, dan sesuai kebutuhan, pelaku UMKM dapat lebih fokus mengembangkan usaha, meningkatkan kapasitas produksi, dan memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan mereka. Karena bagi PGN, melayani pelanggan bukan hanya memastikan energi tersedia, tetapi hadir sebagai mitra yang tumbuh bersama pelanggan,” katanya.(Azw)
