Jakarta (BM) – Dwi Pambudo resmi terpilih sebagai Ketua Umum Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pusat Periode 2025–2028. Ia didampingi Galih Pradipta yang ditetapkan sebagai Sekretaris Jenderal. Penetapan keduanya berlangsung secara aklamasi melalui Kongres VIII PFI Pusat yang digelar di Hotel Sofyan, Jalan Cut Meutia No. 09, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (22/11/2025).
Sebelumnya, Panitia Kongres VIII PFI membuka pendaftaran calon Ketua Umum. Namun hingga batas akhir, hanya satu pasangan yang mengajukan berkas, yakni Dwi Pambudo dan Galih Pradipta.
Sejumlah peserta kongres kemudian menyampaikan harapan agar pemilihan tetap berlangsung demokratis dan terbuka, memberi ruang bagi calon alternatif yang mungkin diusulkan dari berbagai daerah. Menindaklanjuti hal tersebut, forum sepakat melakukan penjaringan internal dengan meminta pengurus PFI kota mengusulkan nama-nama yang layak.
Hasil penjaringan memunculkan beberapa figur yang memperoleh dukungan kuat, antara lain mantan Sekjen PFI Pusat Hendra Eka, Akbar Nugroho, Iqbal, serta dua pendaftar awal, Dwi Pambudo dan Galih Pradipta. Namun Hendra Eka, Akbar Nugroho, dan Iqbal menyatakan tidak bersedia dicalonkan dengan alasan pentingnya kaderisasi serta kesibukan pekerjaan yang dinilai dapat menghambat efektivitas organisasi.
Melalui musyawarah mufakat, peserta kongres akhirnya menyetujui penetapan Dwi Pambudo sebagai Ketua Umum dan Galih Pradipta sebagai Sekretaris Jenderal PFI Pusat untuk masa bakti 2025–2028.
Usai penetapan, Dwi Pambudo menyampaikan apresiasinya kepada peserta kongres. “Terima kasih kepada pengurus PFI periode 2022–2025 dan pimpinan sidang. Alhamdulillah, saya dan Galih siap mengemban amanah ini. Semoga kita dapat terus bekerja sama dengan PFI kota untuk melahirkan terobosan baru demi kemajuan organisasi,” ujarnya.
Sementara itu, Galih Pradipta turut mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh peserta dan pengurus demisioner. Ia menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kekompakan organisasi. “Semoga ke depan kita tidak pernah lelah mencintai PFI. Tadi juga ada aspirasi agar Echa dan Akbar tetap masuk dalam kepengurusan, dan itu akan kami tindaklanjuti sesuai permintaan teman-teman,” katanya.
Prosesi penetapan kepengurusan baru ditutup dengan penyerahan bendera pataka dari pengurus lama kepada pengurus baru, menandai dimulainya babak baru kepemimpinan PFI Pusat yang diharapkan semakin profesional, solid, dan adaptif terhadap perkembangan dunia foto jurnalistik di Indonesia.***
Langsung ke konten












