Pekanbaru (BM) – Di tengah efesiensi dan tekanan fiskal yang dirasakan daerah, kabar baik datang dari BUMD sektor Migas, PT Bumi Siak Pusako (BSP). Janji untuk membawa BUMD ini rebound setelah sempat merugi hingga 14 juta USD di 2024, kini mulai terbukti dengan titik balik kinerja di 2025 yang berimbas pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) di 2026.
Sejak resmi menjabat, Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli selaku perwakilan pemilik saham terbesar di PT. BSP melakukan gebrakan dengan beberapa kebijakan krusial untuk penyelamatan salah satu pengelola Wilayah Kerja (WK) Migas produktif di Indonesia ini.
“Kami bekerja dari arahan dan kebijakan Ibu Bupati, dan hasilnya Alhamdulillah saat ini BSP mulai rebound dan dapat membukukan deviden yang InsyaAllah mencapai 6 juta USD atau setara dengan Rp100 miliar lebih di 2026,” ungkap Komisaris PT. BSP yang juga Asisten II Pemkab Siak, Herianto, Senin (2/3/2026).
Berdasarkan rapat internal BSP beserta Notaris, total deviden interim sementara yang bisa langsung dibagikan ke pemilik saham sekitar 4,5 juta USD atau setara Rp75,9 miliar. Sisanya dibagikan pada rapat RUPS tahunan, setelah selesai audit kantor Akuntan publik.
“InsyaAllah Siak dengan porsi saham 72% pada tahap awal ini mendapat lebih kurang Rp 52 miliar dari deviden murni. Ini pencapaian kinerja perusahaan setelah tahun sebelumnya sempat merugi. Ibu Bupati meminta deviden yang diterima tahun ini terjaga oleh Direksi di angka USD 6 juta atau lebih Rp100 miliar akumulatif bagi para pemilik saham,” jelas Herianto.
Deviden ini didapat dari kinerja dan evaluasi yang dilakukan manajemen untuk kembali bangkit pasca terjadinya musibah congeal sejak Maret 2023.
Selain mengganti Komisaris dan jajaran Direksi, atas instruksi Bupati Siak Afni, perusahaan juga diminta melakukan efesiensi anggaran secara besar-besaran, khususnya pada kegiatan trucking atau pengangkutan minyak yang menggunakan jalur darat. Pola penjualan minyak mentah juga diubah, dari tadinya ekspor keluar negeri beralih ke pemenuhan dalam negeri.
“Ibu Bupati juga meminta penundaan berbagai proyek yang dinilai tidak krusial, bahkan mengevaluasi proyek yang sedang berjalan, serta kebijakan krusial lainnya di internal. Berbagai upaya ini Alhamdulillah membuahkan hasil dan kami diminta terus menjaga kinerja perusahaan karena BSP salah satu tulang punggung PAD Siak saat ini,” ungkap Herianto.
Setelah melalui proses audit independen dan RUPS, deviden ini nantinya akan diterima para pemilik saham, dengan pemegang saham mayoritas Pemerintah Kabupaten Siak sebesar 72,29%. Sisa saham dimiliki oleh Pemprov Riau (18,07%), Pemkab Kampar (6,02%), Pemkab Pelalawan (2,41%), dan Pemko Pekanbaru (1,21%).
Tak berpuas hati dengan deviden, Bupati Afni juga secara intens telah berkonsultasi dengan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, guna memantapkan upaya Pemkab Siak menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Migas ini.
“Beliau langsung yang memimpin tim untuk intens berkonsultasi dengan Menteri dan Kepala SKK Migas di Jakarta. Tekad Ibu Bupati bersama Bapak Wakil Bupati jelas bahwa PT BSP harus berbenah, karena inilah salah satu sumber PAD utama Kabupaten Siak di tengah efesiensi dan tekanan fiskal lainnya di daerah,” tegas Heri.
Sebelumnya Bupati Afni telah menyatakan optimismenya bahwa PT. BSP sedang menuju titik balik kebangkitan, setelah bertubi-tubi ujian yang dihadapi dalam beberapa tahun terakhir.
“Yang penting itu output kerja wajib terukur, dan salah satunya dalam bentuk bagi hasil atau deviden BSP yang terjaga untuk kemaslahatan daerah,” tulis Afni melalui laman media sosialnya.
Bupati perempuan pertama Siak ini menargetkan dalam tahun 2026 ini juga akan ada tiga agenda besar terkait BSP. Pertama, kewajiban Komitmen Kerja Pasti (KKP) BSP pada Negara sebanyak 7 sumur.
“Di awal menjabat, kami selalu dibayangi kekhawatiran BSP akan ditarik kembali pengelolaannya jika tak memenuhi kewajiban ini. Berkat ketekunan dan kerja keras semua pihak, Alhamdulillah benang kusut mulai terusai dan regulasi pedoman kerjasamanya telah selesai. Selanjutnya akan ada tahapan serta proses kemitraan yang saling menguntungkan. Jika ada eksploirasi baru, kami optimis lifting BSP akan naik. Bismillah,” tulis Afni.
Kedua, PT. BSP ditargetkan menggandeng mitra untuk kolaborasi pengadaan pipa baru. Jika sudah ada pipa, tidak perlu lagi BSP mengeluarkan modal banyak untuk trucking.
“Pipa sebelumnya sudah sangat tua dan selesai mengabdi, percuma diperbaiki dan wajib diganti. Pemasangan pipa baru BSP akan jadi lompatan sejarah, warisan dan legacy untuk anak cucu. Siapapun Bupati Siak ke depan, insyaAllah inilah yang akan menjadi ‘jalan tol’ sumber PAD Siak,” ujar Afni.
Sedangkan agenda ketiga adalah, dalam tahun ini juga BSP akan punya Direksi definitif. Bupati Afni memastikan semua proses Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) melibatkan kalangan profesional, dan pada tahapan krusial telah disepakati akan terlaksana secara terbuka.
Selain dari tiga agenda besar di atas, secara pararel juga akan dilakukan evaluasi manajemen dan tata kelola kepegawaian di BSP. Ini bagian penting yang tak terelakkan, agar BUMD ini benar-benar diisi kalangan profesional sesuai bidangnya.
“Inilah rangkaian ikhtiar dan komitmen terkait BUMD BSP. Ijinkan kami bekerja sepenuh hati dan doakan agar kekayaan alam dan sumber PAD Siak ini terjaga dengan baik,” ucap Afni.***
Langsung ke konten












