PMI Asal Siak Meninggal di Kamboja, Proses Pemulangan Jenazah Dikoordinasikan

PMI Asal Siak saat mendapatkan perawatan medis.

Pekanbaru (BM) – Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Siak, Riau, Susi Yanti (22), yang sebelumnya menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Phnom Penh, Kamboja, dikabarkan meninggal dunia.

Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Fanny Wahyu Kurniawan, mengatakan pihaknya telah menerima informasi terkait kabar duka tersebut dan segera melakukan koordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Phnom Penh untuk penanganan selanjutnya.

“Kami menerima informasi bahwa Sdri. Susi Yanti telah meninggal dunia. Keluarga juga sudah mengetahui kabar tersebut dan meminta bantuan pemulangan jenazah,” ujar Fanny, Senin (9/3/2026).

Ia menjelaskan, sesuai prosedur yang berlaku, BP3MI hanya dapat memfasilitasi pemulangan jenazah hingga ke daerah asal setelah jenazah tiba di Indonesia. Saat ini proses pemulangan dari Kamboja masih menunggu penanganan dari KBRI Phnom Penh.

“Karena saat ini jenazah masih berada di luar negeri, kami masih meminta bantuan KBRI Phnom Penh untuk proses pemulangan dari Kamboja ke Indonesia,” jelasnya.

Selain itu, BP3MI Riau juga telah menyampaikan informasi tersebut kepada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Siak agar pemerintah daerah dapat membantu proses pemulangan jenazah ke Tanah Air.

“Kami berharap Disnaker bersama Pemerintah Kabupaten Siak dapat membantu biaya pemulangan jenazah dari luar negeri ke Indonesia,” katanya.

Sebelumnya, Susi Yanti diketahui berangkat merantau pada 12 Desember 2025 dengan tujuan awal bekerja sebagai tenaga kerja wanita di Malaysia. Ia sempat memberi kabar kepada keluarga bahwa telah menerima gaji dari pekerjaannya.

Namun pada Januari 2026, melalui komunikasi singkat dengan keluarga, korban menyampaikan bahwa dirinya tidak lagi berada di Malaysia, melainkan berada di Phnom Penh, Kamboja. Perubahan lokasi tersebut tidak diketahui secara jelas oleh pihak keluarga.

Di Kamboja, Susi Yanti diduga menjadi korban penipuan kerja dan sempat menjalani perawatan intensif di ruang ICU Khmer Soviet Friendship Hospital setelah kondisi kesehatannya memburuk.

Fanny menambahkan, pihaknya sebelumnya terus berkoordinasi dengan KBRI Phnom Penh untuk memastikan kondisi korban selama menjalani perawatan medis.

BP3MI Riau juga telah mengunjungi rumah keluarga korban di Kabupaten Siak untuk menyampaikan perkembangan kondisi serta langkah penanganan yang dilakukan pemerintah melalui BP3MI dan perwakilan RI di luar negeri.

Ia kembali mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur tawaran kerja ilegal di luar negeri dan selalu menggunakan jalur resmi agar perlindungan negara dapat diberikan kepada pekerja migran.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak berangkat bekerja ke luar negeri secara ilegal. Gunakan jalur resmi agar hak dan perlindungan dapat dijamin negara,” tegasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

null