Siak (BM) – Pemerintah Kabupaten Siak memastikan kegiatan kebudayaan tetap berjalan di tengah kondisi keuangan daerah yang belum stabil. Tahun ini, sebanyak 13 kegiatan kebudayaan Siak mendapat dukungan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui program Indonesia Raya 2026 Kementerian Kebudayaan, termasuk Festival Siak Bermadah.
Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli, M.Si, mengatakan kegiatan tersebut diusulkan melalui individu maupun lembaga. Dukungan APBN menjadi solusi agar agenda kebudayaan di Siak tidak terhenti akibat efisiensi anggaran yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
“Gerak pembangunan dipastikan tetap berjalan di Kabupaten Siak, termasuk kegiatan kebudayaan. Kita tidak boleh menyerah. Kalau APBD tidak ada, kita masih punya sumber-sumber pembiayaan lainnya,” kata Afni saat membuka kegiatan kebudayaan di Balairung Sri, Selasa (11/8/2026).
Bupati perempuan pertama di Siak itu menyebutkan, dari hasil pengajuan yang dilakukan Pemkab Siak, pemerintah pusat menyetujui pendanaan untuk sekitar 13 kegiatan kebudayaan yang akan dilaksanakan pada tahun 2026 dan 2027.
Salah satu kegiatan yang dipastikan kembali digelar adalah Festival Siak Bermadah. Festival tersebut sebelumnya sempat terkena efisiensi anggaran daerah, namun kini memperoleh dukungan pendanaan dari APBN.
“Alhamdulillah, tahun ini ada sekitar 13 kegiatan kebudayaan yang insyallah didanai APBN, termasuk Festival Siak Bermadah yang sebelumnya sempat kita efisiensikan. Ini menjadi usulan terbanyak yang diterima oleh Kabupaten, dan terealisasi berkat kolaborasi kita bersama. Tahun ini ada dua event rencananya yaitu Festival Sastra dan Festival Siak Bermadah, Insyaallah dilaksanakan tidak dari APBD,” ujar Afni.
Selain kegiatan kebudayaan, Pemkab Siak juga memastikan revitalisasi Istana Siak dan Balairung Sri mulai dilaksanakan tahun ini dengan menggunakan dukungan pendanaan dari APBN.
Revitalisasi kedua bangunan bersejarah tersebut sebelumnya direncanakan melalui APBD, namun pelaksanaannya tertunda akibat kebijakan efisiensi anggaran daerah.
Afni mengatakan Pemkab Siak kemudian mengupayakan dukungan pendanaan dari pemerintah pusat agar revitalisasi aset budaya dan sejarah tersebut tetap dapat direalisasikan.
“Tahun ini insyaallah kita akan memulai revitalisasi Istana dan Balairung Sri dari APBN. Ini ikhtiar kita agar pembangunan daerah tetap bisa berjalan dengan baik,” tegas Afni.
Mantan wartawan itu menambahkan, keberlanjutan program kebudayaan di Siak tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak serta upaya pemerintah daerah mencari sumber pembiayaan di luar APBD.
“Kita tidak boleh menyerah terhadap kondisi ini. Kita terus mengetuk pintu-pintu yang ada,” katanya.
Afni juga meminta agar kegiatan kebudayaan tidak hanya terpusat di kawasan Siak, tetapi diperluas ke kecamatan-kecamatan agar semakin dekat dengan masyarakat dan generasi muda.
“Denyut kemelayuan dan kebudayaan itu coba kita luaskan di kecamatan. Memang pusatnya di Siak, tetapi kegiatan bisa saja dilaksanakan di tempat lain,” ujarnya.
Afni juga menyampaikan apresiasi kepada individu, lembaga kebudayaan, dan komunitas seni yang telah mengusulkan kegiatan dalam skema Indonesia Raya 2026, serta kepada Ketua Komisi X DPR RI dan para anggotanya yang ikut mengawal usulan tersebut hingga memperoleh dukungan pendanaan dari APBN.
Berikut ini 13 penerima bantuan Kementerian Kebudayaan RI melalui Dana Indonesia Raya 2026 dari Kabupaten Siak:
- Irham Temas Sutomo:Kajian Benda Cagar Budaya Koleksi Museum Istana Siak Sri Indrapura “Treasures of Siak”.
- Budi Rahmad Ramadhan: Revitalisasi dan Penyusunan Pranata Adat Masyarakat Adat Perbatinan, Antan-Antan, dan Kepenghuluan di Kabupaten Siak.
- Budi Rahmad Ramadhan: Ekspedisi Tapak Istana Raja Kecil di Hulu Riau “Jejak Awal Kesultanan Siak Sri Indrapura.”
- Alfo Rahmatul Ikhfar, S.Ark: Pemetaan LiDAR pada Situs Cagar Budaya Makam Raja Kecik dan Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) pada Situs Koto Salamah.
- Franki Montana, S.Ark: Rekonstruksi Inskripsi Kuno melalui Teknologi Hybrid 3D Laser Scanning dan Fotogrametri LiDAR pada Kompleks Makam Tengku Buang Asmara Kabupaten Siak.
- Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Siak: Prosesi Ritual Adat Penabalan Datuk Seri Ketua MKA LAMR terpilih, Penabalan Datuk Seri Setia Amanah Bupati dan Wakil Bupati Siak, serta Pelantikan Tameng Adat LAMR Siak.
- Explore Siak: Kegiatan Festival Siak Bermadah 2026.
- Randa Mustaqim: Rewang Riang Kampung Paluh.
- Tengku Zulkarnain, S.Sos., M.Si: Festival Sastra Sungai Jantan (FSSJ).
- Sanggar Mahligai: Festival Pertunjukan Seni Tari.
- Komunitas RUAS: Festival Kesenian Melayu di Sudut-Sudut Negeri.
- Febrian Saputra: Festival Gemilang Dihilir: Merajut Warisan Budaya Berseri di Hilir.
- SKELAS: Merawat Warisan Budaya Melayu Siak melalui Pameran dan Demo Day Kriya serta Fashion.
Total bantuan yang diterima oleh 13 penerima dari Kabupaten Siak melalui Dana Indonesia 2026 Kementerian Kebudayaan RI mencapai Rp3.152.590.408.
“Tahniah untuk para penerima manfaat dan semoga semua agenda berjalan lancar serta memberi manfaat untuk seni budaya. Kami juga ucapkan terimakasih pada Ketua Komisi X beserta anggota DPR RI yang telah berkomitmen mengawal, juga terimakasih pada Bapak Menteri Kebudayaan serta semua pihak yang terlibat,” kata Afni.***
