Bermain Imbang 1-1, PSPS Pekanbaru Kembali Gagal Raih Kemenangan Saat Menjamu Adhyaksa FC

Pekanbaru (BM) – PSPS Pekanbaru kembali gagal meraih kemenangan saat menjamu Adhyaksa FC Bekasi pada lanjutan Liga 2 Pegadaian. Bermain di Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, Jumat (23/1), laga berakhir imbang 1-1 di tengah sejumlah keputusan wasit yang menuai protes dari kubu tuan rumah.

Hasil ini membuat PSPS belum mampu membalas kekalahan telak 3-7 yang sebelumnya diderita dari Adhyaksa FC. Meski tampil agresif sejak awal laga, tim asuhan Aji Santoso harus puas berbagi poin di hadapan pendukung sendiri.

PSPS Pekanbaru membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-10 melalui Asir Asiz. Striker andalan PSPS itu memanfaatkan skema serangan balik cepat sebelum melepaskan tendangan keras yang gagal diantisipasi kiper Adhyaksa FC, Chairil Zul Azhar, sehingga mengubah skor menjadi 1-0.

Setelah unggul, PSPS terus menekan dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Namun peluang emas untuk menggandakan keunggulan buyar pada menit ke-64 ketika gol Antonio Augusto dianulir wasit setelah tinjauan VAR menyatakan bola sempat menyentuh tangan saat kontrol dada sebelum gol tercipta.

Keputusan tersebut menambah daftar kontroversi dalam pertandingan. Sebelumnya, PSPS sempat mendapatkan hadiah penalti pada menit ke-34 setelah Vier Donny dijatuhkan di kotak terlarang. Namun, setelah wasit melakukan peninjauan VAR, penalti dibatalkan karena Vier dinilai melakukan diving.

Pelatih PSPS Aji Santoso tampak meluapkan kekecewaannya atas sejumlah keputusan wasit. Protes keras dilayangkan bersama jajaran pelatih, manajer, hingga pemain, namun wasit Yendi Krisdianto tetap berpegang pada hasil keputusan VAR.

Ketegangan kembali terjadi menjelang akhir babak pertama saat wasit memberikan penalti kepada Adhyaksa FC setelah tinjauan VAR menilai adanya pelanggaran pemain belakang PSPS terhadap striker Adhyaksa, Ramiro Fergonzi. Keputusan tersebut sempat menghentikan pertandingan beberapa menit akibat protes pemain PSPS.

Eks pemain PSPS, Makan Konate, yang menjadi algojo penalti Adhyaksa FC, sukses menjalankan tugasnya dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Skor tersebut bertahan hingga turun minum dan tidak berubah sampai laga usai.

Usai pertandingan, Aji Santoso menyampaikan kekecewaannya meski enggan menuding pihak tertentu. Ia menilai hasil imbang ini merupakan capaian maksimal yang bisa diraih timnya.

“Saya tidak bisa berkomentar panjang. Silakan diartikan sendiri, saya tidak menuduh siapa-siapa. Yang jelas, pertandingan malam ini memalukan buat saya,” ujar Aji Santoso kepada wartawan.

Sementara itu, pelatih Adhyaksa FC Bekasi Ade Suhendra mensyukuri hasil imbang yang diraih timnya. Meski datang dengan target kemenangan, ia mengakui PSPS Pekanbaru tampil lebih solid dibanding pertemuan sebelumnya.

“Tentu ini hasil yang harus disyukuri. PSPS bermain cukup baik dan banyak perubahan. Satu poin ini tetap kami apresiasi,” kata Ade.

Terkait sejumlah keputusan VAR, Ade menegaskan bahwa teknologi tersebut menjadi bagian penting dalam sepak bola modern dan setiap keputusan harus diterima. Ia berharap semua pihak dapat mengambil sisi positif dari pertandingan tersebut untuk evaluasi ke depan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

null