Riau  

6.085 Perempuan Riau Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Berkebaya Labuh Kekek

Penampilan Tari Zapin di Jalan Gajah Mada, Pekanbaru, Riau, Minggu (11/1/2027).

Pekanbaru (BM) – Sebanyak 6.085 perempuan dari berbagai organisasi di Provinsi Riau memecahkan Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) Tari Zapin Berkebaya Labuh Kekek yang digelar di Jalan Gajah Mada, Pekanbaru, Minggu (11/1/2026) pagi. Kegiatan ini digagas Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Riau dan melampaui target awal sebanyak 4.000 penari.

Ketua Umum BKOW Provinsi Riau, Adrias Hariyanto, mengatakan pemecahan rekor tersebut merupakan upaya konkret perempuan Riau dalam melestarikan budaya Melayu. Menurutnya, keterlibatan ribuan perempuan menunjukkan peran strategis kaum perempuan dalam menjaga nilai dan identitas budaya daerah.

“Pemecahan Rekor MURI Tari Zapin ini merupakan ikhtiar budaya untuk menunjukkan bahwa perempuan Riau berada di garda terdepan dalam menjaga dan menghidupkan warisan budaya Melayu,” ujar Adrias.

Ia menyebut antusiasme peserta yang melampaui target mencerminkan kuatnya semangat kolektif perempuan Riau dalam pelestarian budaya. Para penari berasal dari berbagai latar belakang organisasi yang memiliki komitmen yang sama terhadap budaya Melayu.

Adrias menambahkan, Tari Zapin tidak hanya menampilkan rangkaian gerak tari, tetapi juga mengandung nilai kebersamaan, kedisiplinan, kesantunan, dan religiusitas yang perlu diwariskan kepada generasi muda. Selain itu, busana Kebaya Labuh Kekek yang dikenakan para penari menjadi simbol jati diri perempuan Melayu.

“Busana ini mencerminkan keanggunan dan kesantunan perempuan Melayu sekaligus komitmen menjaga marwah adat dan nilai keagamaan,” katanya.

BKOW Riau juga mengapresiasi dedikasi para peserta yang telah menjalani latihan rutin selama hampir dua bulan, serta menyampaikan terima kasih kepada para pelatih, panitia, organisasi anggota BKOW, Lembaga Adat Melayu, media, dan Pemerintah Provinsi Riau atas dukungan terhadap kegiatan tersebut.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi inisiatif BKOW Riau dalam menggelar Tari Zapin massal sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya Melayu.

Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan dan kemajuan daerah dapat berjalan seiring dengan pelestarian nilai-nilai budaya.

“Pemprov Riau berkomitmen menjaga agar budaya Melayu tidak hanya hadir dalam kegiatan seremonial, tetapi terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat,” ujar SF Hariyanto.

Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Riau akan terus mendukung upaya pelestarian budaya Melayu sebagai bagian dari pembangunan daerah yang berkelanjutan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

null