Pekanbaru (BM) – Mantan Gubernur Riau, Brigadir Jenderal TNI (Purn) H Saleh Djasit SH, resmi meluncurkan buku autobiografinya yang berjudul Jalan Hidup Anak Pujud di Balairung Tenas Effendi, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Rabu (15/4). Karya ini merupakan hasil perenungan panjang Saleh Djasit selama 18 tahun, terhitung sejak tahun 2008.
Acara peluncuran buku tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting Riau, termasuk mantan pimpinan daerah seperti H Syamsuar, H Arsyadjuliandi Rachman, H Wan Thamrin Hasyim, serta tokoh pendiri LAM Riau OK Nizami Jamil. Prosesi diawali dengan adat tepuk tepung tawar yang dipimpin oleh Ketua MKA LAM Riau Datuk Seri H Raja Marjohan Yusuf dan Ketua DPH LAM Riau Datuk Seri Taufik Ikram Jamil.
Perjalanan Karier dari Nol
Dalam sambutannya, Saleh Djasit mengungkapkan bahwa buku tersebut merangkum perjalanan hidupnya yang dimulai dari keterbatasan di desa Pujud. Ia menceritakan bagaimana dirinya baru mengenyam pendidikan sekolah dasar pada usia 11 tahun dan harus menempuh perjalanan jauh demi melanjutkan sekolah.
“Semuanya dilalui dengan kerja keras,” ujar Saleh saat mengenang masa perjuangannya merantau hingga menempuh pendidikan militer yang akhirnya mengantarkan ia menjabat sebagai Bupati Kampar dua periode, Gubernur Riau, hingga anggota DPR RI.
Apresiasi Tokoh dan Visi Pembangunan
Sekdaprov Riau Syahrial Abdi, yang hadir mewakili Plt Gubernur, menyebut Saleh Djasit sebagai sosok pemimpin yang memiliki disiplin tinggi dan menjadi teladan bagi aparatur daerah. Sementara itu, Ketua MKA LAM Riau, Datuk Seri H Raja Marjohan Yusuf, menilai buku ini sebagai catatan jujur mengenai sejarah pembangunan Riau di masa awal reformasi.
Dalam sesi diskusi yang dipandu Prof Dr Firdaus, Ketua Umum MUI Riau Dr Saidul Amin menyoroti pemikiran visioner Saleh Djasit. Salah satu yang ditekankan adalah keberanian Saleh merumuskan Visi Riau 2020 dan menginisiasi konektivitas wilayah melalui Riau Airlines (RAL) pada masa jabatannya.
Bedah Novel “Ayah Keduaku”
Selain autobiografi, acara tersebut juga membedah novel Ayah Keduaku karya Muhammad Amin. Rektor Unilak Prof Dr Junaidi menjelaskan bahwa novel tersebut terinspirasi dari fragmen kehidupan Saleh Djasit, khususnya mengenai pengorbanan keluarga.
Menurut Junaidi, keberhasilan Saleh menjadi jenderal dan gubernur merupakan buah dari keikhlasan sang ayah dan keluarganya. Nilai-nilai kekeluargaan Melayu ini dianggap sebagai fondasi utama karakter Saleh Djasit dalam mengabdi kepada masyarakat Riau.
Ketua DPH LAM Riau, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, berharap tradisi menuliskan perjalanan hidup ini dapat diikuti oleh tokoh-tokoh Riau lainnya guna memperkuat literasi dan sejarah daerah bagi generasi mendatang.***
Langsung ke konten












