‎Edukasi PHR, 1.600 Pahlawan Cilik di Duri Belajar Jadi Penakluk Api‎

Keseruan anak-anak TK di Duri saat mengikuti agenda Edukasi Keselamatan Bahaya Api oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).

‎Duri (BM) – Matahari pagi belum terlalu tinggi, namun riuh tawa dan tepuk tangan sudah pecah memenuhi lapangan. Ratusan anak berseragam warna-warni tampak berjingkat kegirangan saat melihat pancaran air menyemprot ke udara. Bukan sedang bermain di taman hiburan, ribuan tunas bangsa ini sedang asyik berteman dan mendapatkan pembelajaran edukasi bahaya api oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).

‎Suasana semarak begitu terasa ketika sebanyak 1.600 siswa dari 38 sekolah TK dan PAUD di Duri berkumpul menjadi satu. Tak ketinggalan, sekitar 200 guru pendamping ikut tertular energi meluap-luap dari para anak didik mereka.

‎Warna-warni seragam sekolah berpadu dengan mantel hujan menciptakan pemandangan yang menggemaskan sekaligus membanggakan. Bagi anak-anak ini, petugas pemadam kebakaran bukan lagi sosok yang menakutkan, melainkan pahlawan super di dunia nyata yang siap berbagi ilmu.

‎Edukasi keselamatan dan bahaya api bersama tim Fire Emergency Response Team (FERT) memberikan pemahaman kepada anak usia dini tentang potensi bahaya kebakaran, mengenal alat-alat pemadam kebakaran, penanganan keselamatan, memahami peranan profesi pemadam kebakaran, serta melatih kemampuan anak terkait situasi darurat.

‎Manager Relations Zona Rokan Rudi Arief menyampaikan bahwa pengetahuan tentang penanganan kebakaran sebaiknya diketahui sejak dini. Dengan demikian, pengetahuan dan kemampuan tersebut dapat terpatri dalam diri anak-anak dan mampu mengatasinya jika terjadi hal yang tidak diinginkan tersebut.

‎“Edukasi ini sangat penting untuk kita berikan, bukan hanya pada anak-anak, tapi juga untuk guru dan wali murid. Keselamatan adalah hal yang utama, potensi-potensi bahaya terutama bahaya api harus mampu kita ketahui dan tanggulangi secepat mungkin,” katanya.

‎Ia berpesan, agar ilmu dan praktik yang diberikan oleh PHR ini dapat dipahami dengan baik di lingkungan sekolah maupun keluarga. Sehingga dapat diimplementasikan jika terjadi potensi bahaya tersebut, edukasi ini untuk keselamatan dan keamanan kita bersama.

‎“Kami dari PHR turut mengapresiasi antusias sekolah-sekolah TK yang ikut terlibat, artinya kita semua sadar terkait aspek-aspek keselamatan tersebut. Anak-anak diharapkan bisa membawa nilai-nilai keselamatan sampai ia besar nantinya di masa mendatang,” ujarnya.

‎Edukasi keselamatan api kali ini menjadi petualangan seru yang memikat hati anak-anak. Para siswa diajak menyelami dunia penyelamatan melalui interaksi langsung yang penuh keceriaan yang diperagakan oleh ahlinya.

‎Puncak antusiasme meledak saat armada mobil pemadam kebakaran diperkenalkan; pekik gembira menyambut kesempatan langka dekat dengan mobil merah besar yang selama ini hanya mereka lihat di buku cerita.

‎”Senang sekali. Tadi lihat mobil merah besar dan belajar kalau api itu tidak boleh buat mainan,” seru Alif, salah satu siswa TK, dengan wajah yang masih memerah karena antusias. Melalui momen-momen berkesan ini, benih kesadaran akan bahaya api telah ditanamkan sejak dini, membekali para pahlawan kecil ini dengan pengetahuan yang mampu menjaga mereka di masa depan.

‎Kepala RA Ubay Bin Ka’ab, Elfi Rahmi menyampaikan terima kasih atas edukasi yang diberikan oleh PHR. “Kegiatan ini sangat bermanfaat dalam menambah pengetahuan serta menumbuhkan kesadaran anak sejak dini tentang keselamatan dengan cara yang menyenangkan. Semoga kerja sama yang baik ini dapat terus terjalin di masa mendatang,” katanya.

‎Langkah PHR mengedukasi anak usia dini bukan tanpa alasan. Guru-guru yang hadir pun menyambut baik inisiatif ini. Menurut mereka, memori anak di usia emas (golden age) sangat kuat dalam menyerap informasi perilaku hidup aman.

‎”Kegiatan ini luar biasa. Anak-anak jadi tahu apa yang harus dilakukan jika melihat api tanpa rasa panik yang berlebihan. Ini pelajaran yang tidak mereka dapatkan hanya dari buku di kelas,” ungkap Susanti, dari RA Miftahul Huda.

‎Kegiatan tersebut ditutup dengan “mandi hujan” dari semprotan fire truck yang terkendali, membuat suasana semakin pecah dengan sorak-sorai kegembiraan. Ribuan anak pulang dengan membawa pengetahuan baru, dan yang terpenting: kesadaran bahwa keselamatan adalah prioritas utama.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

null