Melaka Mengajarkan Daya Saing UMKM: Mahasiswa S3 FEB UNRI Menelusuri Kekuatan Produk Lokal

Mahasiswa Program Studi Manajemen Program Doktor Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau (FEB UNRI) saat berada di Pusat Kraf Alor Gajah—Perbadanan Kemajuan Kraftangan Malaysia Cawangan Melaka, dan Galeri Lebah Melaka, Kamis (27/82026).

Melaka,Malaysia (BM) — Mahasiswa Program Studi Manajemen Program Doktor Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau (FEB UNRI) mempelajari strategi penguatan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui rangkaian International Community Service Program di Melaka, Malaysia.

Mengusung tema “Optimizing MSME Competitiveness”, kegiatan pada 26–28 Agustus 2026 tersebut mempertemukan pembelajaran akademik dengan praktik bisnis melalui kunjungan ke sejumlah sentra pengembangan produk lokal, antara lain Dodol Melaka, Pusat Kraf Alor Gajah—Perbadanan Kemajuan Kraftangan Malaysia Cawangan Melaka, dan Galeri Lebah Melaka.

Rangkaian kegiatan tersebut memberikan perspektif kepada mahasiswa mengenai bagaimana produk lokal dapat dikembangkan menjadi sumber nilai ekonomi melalui inovasi, identitas budaya, pengalaman konsumen, serta strategi pemasaran.

Di sentra Dodol Melaka, mahasiswa melihat bagaimana produk tradisional dipertahankan sekaligus dikembangkan sebagai bagian dari pengalaman kuliner dan wisata. Sementara di Pusat Kraf Alor Gajah, mahasiswa mempelajari pengembangan kerajinan dan warisan budaya melalui inovasi serta pendekatan pemasaran. Adapun Galeri Lebah Melaka memberikan gambaran mengenai pemanfaatan potensi lokal menjadi produk bernilai tambah sekaligus daya tarik wisata.

Timbalan Pengarah Perbadanan Kemajuan Kraftangan Malaysia Cawangan Melaka, Mohamed Hasnul Hazri bin Zakaria, menyambut baik interaksi akademik tersebut. Menurutnya, kolaborasi perguruan tinggi dengan ekosistem UMKM dapat memperluas perspektif pengembangan usaha.

«“Produk kraf bukan hanya berkaitan dengan warisan budaya, tetapi juga memiliki potensi ekonomi apabila dikembangkan melalui inovasi, pemasaran, dan pemahaman terhadap keperluan konsumen.”»

Kaprodi Program Studi Manajemen Program Doktor FEB Universitas Riau, Dr. Lailan Tawila Berampu, SE., M.Si., mengatakan pengalaman lapangan menjadi bagian penting dalam pembelajaran mahasiswa doktoral.

«“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami konsep daya saing dari perspektif teori, tetapi juga melihat bagaimana potensi lokal dapat dikembangkan menjadi nilai ekonomi melalui inovasi, pengelolaan produk, pemasaran, dan pemahaman terhadap konsumen.”»

Menurut Dr. Lailan, pengalaman di Melaka dapat menjadi referensi bagi pengembangan UMKM di Indonesia, khususnya dalam mengoptimalkan kekayaan lokal sebagai sumber keunggulan bersaing tanpa kehilangan identitas budaya.

Rangkaian program tersebut sekaligus memperkuat orientasi internasional Program Studi Manajemen Program Doktor FEB UNRI. Mahasiswa tidak hanya belajar di ruang akademik, tetapi juga mengamati praktik bisnis, membaca perilaku konsumen, serta memahami bagaimana produk lokal dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi.

Dari dodol, kraf, hingga produk berbasis lebah, terdapat satu pelajaran penting yang dibawa pulang: produk lokal tidak cukup hanya dipertahankan, tetapi harus terus diberi nilai, dikembangkan, dan dipasarkan agar mampu memenangkan persaingan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

null