‎Datangi Kantor Disdik Riau, Puluhan Massa Laskar Melayu Desak Audit Menyeluruh SPMB di Riau

Pekanbaru (BM) – Puluhan massa yang tergabung dalam Laskar Melayu, Masyarakat dan Mahasiswa Peduli Pendidikan Riau menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Jalan Cut Nyak Dien, Pekanbaru, Kamis (9/7/2026). Dalam aksi tersebut, mereka mendesak Pemerintah Provinsi Riau segera melakukan audit menyeluruh terhadap proses Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) di seluruh jalur penerimaan.

‎Aksi yang diikuti sekitar 50 orang itu dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Massa datang menggunakan beberapa kendaraan, membawa spanduk organisasi serta pengeras suara untuk menyampaikan aspirasi. Koordinator lapangan Tega Maulana Fitra dan Datuk Besar M. Uzer memimpin jalannya demonstrasi.

‎Dalam orasinya, massa meminta Plt. Gubernur Riau SF Hariyanto membentuk tim audit independen yang melibatkan unsur masyarakat, Laskar Melayu, serta media massa. Mereka menilai audit perlu dilakukan secara terbuka terhadap seluruh jalur penerimaan, mulai dari jalur prestasi, domisili atau zonasi, afirmasi hingga mekanisme penerimaan lainnya.

‎Perwakilan massa, Indra Gunawan, menegaskan pihaknya menginginkan proses penerimaan peserta didik berlangsung transparan tanpa adanya praktik yang merugikan calon siswa. Massa juga meminta Kepala Dinas Pendidikan dan Sekretaris Dinas hadir menemui mereka untuk memberikan penjelasan terkait pelaksanaan SPMB.

‎Selain itu, orator lainnya, Maulana, menyampaikan dugaan adanya manipulasi data dalam proses penerimaan. Ia meminta Dinas Pendidikan membuka ruang dialog dengan peserta aksi. Jika tuntutan tidak ditindaklanjuti, massa menyatakan akan membawa persoalan tersebut kepada aparat penegak hukum.

‎Situasi sempat memanas sekitar pukul 10.30 WIB ketika sejumlah peserta aksi berupaya memasuki area kantor Dinas Pendidikan. Upaya tersebut berhasil dicegah aparat kepolisian yang melakukan pengamanan di lokasi. Massa kemudian bergerak menuju Kantor Gubernur Riau untuk menyampaikan tuntutan yang sama, namun tidak dapat memasuki area kantor dan akhirnya kembali ke Kantor Dinas Pendidikan.

‎Aksi berakhir sekitar pukul 12.30 WIB setelah massa membubarkan diri secara tertib. Sebelum membubarkan diri, mereka menyatakan akan melanjutkan aksi ke tingkat nasional dengan mendatangi Kantor KPK RI, Kejaksaan Agung RI, dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di Jakarta pada 13 Juli 2026 apabila tuntutan audit tidak dipenuhi.

‎Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Erisman Yahya, terkait tuntutan yang disampaikan para demonstran.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

null